header officialwebhosting header officialwebhosting header officialwebhosting header officialwebhosting header officialwebhosting
button officialwebhosting button officialwebhosting button officialwebhosting button officialwebhosting button officialwebhosting button officialwebhosting button officialwebhosting  


[x] Search@mysite



[x] Menu Utama

[x] Share this website
Bookmark and Share

[x] Facebook & Twitter


Google Chrome: SEMANGAT "OPEN SOURCE"
Warta IT Oleh Amir Sodikin

Manuver Google dan banyak perusahaan lainnya untuk mendukung dunia
open source menandakan kemenangan baru bagi dunia perangkat lunak yang
mengandalkan sumber terbuka dan gratis ini. Semangat berbagi telah
diagungkan di atas semangat cari keuntungan. Gerakan ini juga memicu
kesadaran humanis para pembuat peranti lunak. Kaum pinggiran itu
lambat laun bergerak masif dan berada pada arus utama.


Untuk mengetahui hosting gratis dari Officialwebhosting.net lebih lanjut, klik di sini!

Tak puas merajai bisnis mesin pencari, Google akhirnya
ikut "berperang" di kancah penjelajah web atau browser. Pada 2
September 2008 lalu Google meluncurkan browser bernama Chrome
(www.google.com/chrome). Peluncuran ini memberi dampak besar bagi
keyakinan dunia open source untuk melawan dominasi software tertutup
yang berbayar.
Kalau kita berselancar di internet, pilihan penjelajah yang
mendominasi adalah Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera, Safari
pada Apple, dan masih ada beberapa lagi. Nah, Google tiba-tiba ikut
nimbrung berebut "kue" ini.
Open source boleh bangga karena terus mendapat dukungan dari
industri besar, termasuk dukungan penuh Google. Tujuan Google kali ini
tampaknya bukan soal uang, melainkan sikap politis untuk mengimbangi
dominasi Internet Explorer dari Windows.
Bukankah langkah ini akan menggerogoti browser open source Mozilla
Firefox (pesaing dekat Internet Explorer)? Padahal, Mozilla sudah lama
bergandengan dengan Google dan orang-orang Google juga sudah jatuh
cinta dengan Firefox.
Tujuan Google memang masih "remang-remang". Di bidang ini, sudah
lama berperang antara Internet Explorer dan Netscape Navigator. Tahun
1999, Netscape Corporation diakuisisi America Online (AOL) dan proyek
Gecko dari Netscape pun dibuat terbuka kode sumbernya (open source).
Netscape pun mendirikan proyek Mozilla.org yang melahirkan Mozilla
Firefox. Browser ini unik, selain dicintai pengguna dengan alasan
fungsional juga dikenal banyak kalangan sebagai browser antidominasi
Internet Explorer.
Firefox mampu merebut sekitar 20 persen dari pasar (data majalah
Wired, September 2008). Di saat gairah Firefox meningkat, Chrome malah
muncul.
Chrome disediakan gratis dan dibangun secara open source. Hingga
saat ini, Chrome hanya dirilis versi Windows. Ke depannya, Chrome juga
tersedia untuk Linux dan Mac.
"Kami menyadari web telah bergerak dari halaman sederhana ke
halaman yang kaya aplikasi yang interaktif, kita harus berpikir ulang
soal browser yang ada. Yang kita butuhkan tidak sekadar browser,
melainkan platform untuk web dan aplikasinya," kata Wakil Presiden
Manajemen Produk Google Sundar Pichai dan Direktur Teknik Google Linus
Upson pada blog peluncuran Chrome.

Sistem operasi internet
Pada browser modern, untuk membuka beberapa web tak perlu membuka
beberapa kali browser. Cukup membuka sekali browser, kemudian buka tab
pada satu browser itu untuk mengakses web lain. Cara ini disebut
kemampuan tabbing.
Revolusi pada Chrome adalah proses tiap tab ternyata terpisah dan
tak saling terkait. Keuntungannya, jika salah satu web macet, tab lain
tetap berfungsi. Ini berbeda dengan cara kerja browser lain.
Istilah pada sistem operasi adalah, Chrome memiliki fungsi
multitasking dan juga punya semacam Task Manager (seperti di Windows)
yang bisa melihat halaman, aplikasi, dan situs mana yang sedang
menggunakan memori komputer. Dengan multitasking ini, maka Chrome
lebih mirip sebagai sistem operasi internet daripada sebuah browser.
Internet Explorer versi 8 yang saat ini masih beta juga sedang
mengembangkan fitur tab yang terisolasi, mirip dengan Chrome. Dengan
demikian, persaingan ini benar-benar membuat industri makin kreatif.
Google mengklaim, di dalam penjelajah ini sudah ditanamkan mesin
JavaScript V8 yang membuat halaman lebih cepat diakses. Fasilitas
lain, semua web yang pernah dikunjungi dengan mudah bisa diakses
kembali tanpa mengetikkan ulang.
Meski demikian, untuk menjaga privasi pengguna, Chrome juga
menawarkan mode penyamaran. Dengan mode ini, seseorang bisa mengakses
web tanpa meninggalkan jejak.

Mengagungkan "open source"
Bisa dibilang, browser open source ini merupakan perkawinan antara
browser Safari yang digunakan Apple dengan browser Mozilla Firefox.
Google yakin Chrome akan menjadi "pembunuh" Internet Explorer.
Walaupun menggunakan WebKit, sama dengan browser Safari pada
Apple, Chrome kelihatan berbeda dibanding Safari ataupun dibandingkan
dengan browser lainnya.
"Kami percaya open source bekerja tak hanya karena membolehkan
banyak orang untuk bergabung dan mengembangkan produk, tetapi yang
terpenting adalah proyek lain bisa memanfaatkan dan mengembangkan
sumber kode yang kami buat. Ketika kami membangun teknologi inovasi
baru, kami berharap proyek lain bisa menggunakannya lebih baik,
seperti kami telah mengadopsinya dari proyek open source lainnya untuk
membuat produk kami lebih baik," kata Ben Goodger, ahli software
Google.
Langkah selanjutnya, dan ini yang paling ditunggu banyak pihak,
adalah menunggu Google mengaplikasikan Chrome pada sistem operasi
bergerak atau sebut saja pada telepon seluler. Pelan tetapi pasti,
elemen-elemen Chrome akan diadopsi oleh proyek open source Google
lainnya, yaitu sistem operasi untuk media bergerak, Android.
Jika Chrome yang mendukung penuh JavaScript ini dicangkokkan pada
Android, inilah browser masa depan yang akan membuat perangkat
bergerak seperti telepon seluler dengan mudah bisa menggantikan fungsi
komputer. Dampaknya akan sangat memengaruhi industri.
CEO Mozilla, John Lilly, seperti dikutip majalah Wired, mengaku
tak khawatir dengan kehadiran Chrome ini. Lilly belum menganggap
Chrome sebagai pesaing. "Kompetisi di bidang ini sudah lama
dimulaihingga sekarang, perlu waktu untuk membuat orang peduli dan
mencintainya," katanya.

Beberapa kelebihan Chrome:
1. Chrome merupakan browser pertama didesain berperilaku layaknya
sebuah sistem operasi. Jika saat ini komputer didominasi sistem
operasi Windows, Google ingin menjadi alternatif sistem operasi
internet.
2. Perilaku seperti sistem operasi bisa dilihat dari model tab
yang masing-masing berjalan seperti layaknya program di Windows. Tiap
tab diproteksi memory yang terpisah dan berjalan dengan proses
sendiri, layaknya Windows yang bisa membuka banyak jendela aplikasi.
3. Pada Chrome, JavaScript tak hanya sebagai aplikasi tambahan
atau pemanis, melainkan dianggap juga sebagai aplikasi utuh. Lewat
JavaScript V8, Google menggambarkannya boneka kayu Pinokio menjelma
menjadi bocah betulan, maka pada Chrome Javascript telah diadopsi
menjadi bahasa pemrograman betulan.
4. Salah satu paket di dalam Chrome dibangun dari open soure
WebKit yang dikenal efisien dalam memanfaatkan memori.
Posted by officialwebhosting on Saturday, September 20, 2008 (04:26:40) (1503 reads)

Associated Topics

Warta IT

"Google Chrome: SEMANGAT "OPEN SOURCE"" | Login/Create an Account | 0 comments
Threshold
The comments are owned by the poster. We aren't responsible for their content.



[x] Related Links
 More about Warta IT

Most read story about Warta IT:
SOFTWARE MUSLIM YANG WAJIB PUNYA

[x] Article Rating
Average Score: 0
Votes: 0
Please take a second and vote for this article:

Excellent
Very Good
Good
Regular
Bad


[x] Options



Hosting Gratis Indonesia CPanel PHP MySQL Domain Murah Sedia Shoutcast Server Radio Streaming WHMSonic Shared Hosting Atau VPS Juga Dedicated Server
Officialwebhosting.NET adalah divisi usaha online Laruss Primatama. Laruss Office: Jl Assirot No 46D Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 11560
HOME Base Officialwebhosting.NET: Jl DR Cipto Mangunkusumo Mahkota Simprug A7/12A Tangerang. 15154.
Email : support@officialwebhosting.net, officialwebhosting@gmail.com. Phone : 021-70580777.
Copyright © OfficialWebHosting DotNet. All Rights Reserved, Powered by Laruss Group

Interactive software released under GNU GPL, Code Credits, Privacy Policy